Mengungkapkan cinta melalui kata, ucapan, adalah hal yang paling mudah dilakukan. Tidak butuh duit, nggak butuh mobil keren, tapi cuma lewat kata-kata yang pas, cewek bisa bertekuk lutut. Belajarnya di mana ya ? Pengalaman.
Suatu hari di sebuah percakapan sepasang sejoli, sebut saja Belalang dan Tulip.
Belalang : “Eh Tulip, Ayah kamu polisi ya ?”
Tulip : “Lho, kok kamu bisa tau sih ?”
Belalang : “Karena kalo dekat kamu, hatiku rasanya terpenjara.”
Puitis kah? Bukan . Itu gombal.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikanya abu
Aku ingin mecintaimu dengan sederhana:
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Sapardi Djoko Damono, (1989)
Gombal? Bukan. Itu puitis.
Bisa saja Pak Sapardi yang lagi kasmaran mengungkapkan perasaan cintanya lewat kata. Lantas, bedanya apa dong antara gombal dengan puitis ?
Nah di sinilah letaknya seni. Seni keindahan. Seni keindahan rangkaian kata, rangkaian makna. Nah, berhubung saya kurang paham tentang diksi dan hal lain tentang sastra, mari kita nikmati saja
Terkadang orang salah mengartikan antara puitis dan gombal. Tentu, cewek akan bilang ‘Ah, gombal kamu’ tapi dalam hatinya ia berbunga-bunga menerima gombalan itu. Hal yang berbeda tentu akan terjadi kalo si cowoknya mengeluarkan puisi yang njlimet sususan katanya. Wajar, tidak semua orang bisa menikmati puisi secara penuh. Tentu sarana nggombal ndak cuma lewat puisi aja, bisa lewat lagu yang romantis, dengan lirik penuh janji mencinta. Contohnya, ini :
If You’re Not The One (Daniel Beddingfield)
If you’re not the one then why does my soul feel glad, today
If you’re not the one then why does my hand fit yours, this way
If you are not mine then why does your heart return, my call
If you are not mine would I have the strength to stand, at all
I never know what the future brings
But I know you’re here with me now
We’ll make it through
And I hope you are the one I share my life with
[#:]
I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand
If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am
Is there any way that I can stay, in your arms~?
If I don’t need you then why am I crying on, my bed?
If I don’t need you then why does your name resound, in my head?
If you’re not for me then why does this distance maim, my life?
If you’re not for me then why do I dream of you, as my wife?
I don’t know why you’re so far away
But I know that this much is true
We’ll make it through
And I hope you are the one I share my life with
And I wish that you could be the one I die with
And I pray in you’re the one I build my home with
I hope I love you all my life
[#]
[Bridge:]
Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away
And I breathe you into my heart and pray for the strength to stand today
Cause I love you, whether it’s wrong or right
And though I can’t be with you tonight
You know my heart is by your side
Wuih, romantis banget ya. Tapi apa benar? Cinta itu hanya sebatas kata ?
Di sinilah kata-kata terlihat berperan penting. Yah, kemampuan ‘nyocot alus’ ini ndak semua orang bisa, apalagi untuk tipe pemalu. Saya pernah membaca bahwa komunikasi yang sukses itu disusun atas mayoritas dari body language(70%) dan sisanya lewat kata-kata dan lainnya. Masih ingatkah tentang film animasi dengan judul “UP” ? yak, di film itu sekitar beberapa menit awal diisi kisah cinta kakek nenek sewaktu muda hingga maut terpisahkan. Kisah mereka digambarkan dengan sangat jelas, mudah dipahami, dan tanpa dialog.

Bahkan senyuman pun memiliki arti yang tidak sekedar tarikan otot disekitar mulut, tapi lebih.
Cinta tanpa kata ini juga sangat terlihat antara hubungan Ibu dan anak. Seorang ibu memiliki sense yang sangat kuat terhadap anaknya, bahkan seorang ibu bisa tau kalo anaknya lagi kenapa-kenapa, sakit contohnya. Apa karena antara ibu dan anak ada semacam gelombang elektromagnetik yang memancar dengan cepat? Sejauh ini belum ada temuan seperti itu.
Aku ga usah ngasih tau, dia udah paham kok maksudku. Kira-kira seperti itu gambarannya.
Ya, cinta tanpa kata.
Bersambung~